Cara Mengemudi yang Bisa Menghemat Bahan Bakar Mobil

Inspeksi mobil

Pengemudi dan kondisi mobil sangat berpengaruh pada efisiensi bahan bakar yang digunakan. Pada mobil bekas, konsumsi bahan bakar yang lebih boros bisa dikarenakan faktor penggunaan. Apalagi mobil bekas telah berpindah ke banyak tangan dengan gaya mengemudi yang berbeda-beda, mobil bisa saja lebih boros bahan bakar. Selama Anda jeli memilih kendaraan bekas dengan melakukan inspeksi mobil lebih dulu, kemungkinan mendapatkan mobil yang hemat bahan bakar bisa saja terjadi.

Agar kendaraan bekas yang baru saja Anda beli bisa memiliki performa bagus yang tetap irit bahan bakar, maka pastikan untuk melakukan tips berkendara ala eco driving. Bagaimana cara mengemudi yang irit bahan bakar? Simak tips lengkap berikut ini. 

1. Memastikan kondisi mesin mobil prima

Saat membeli mobil bekas, pastikan Anda memang melakukan cek mobil bekas dari segi perawatan. Service berkala akan membantu performa mesin mobil tetap prima. Setelah Anda membeli mobil tersebut, Anda harus tetap melakukan service berkala sesuai dengan manual book yang ada. 

2. Menjaga perputaran mesin 

Jika Anda membeli mobil bekas manual, pastikan untuk menjaga perputaran mesin tetap normal. Efisiensi bahan bakar terjadi pada pengoperan gigi di kisaran RPM 1.500-2.200 untuk mesin dengan bahan bakar bensin, sedangkan bahan bakar diesel pada RPM 1.100-2.000. 

3. Hindari kebiasaan akselerasi dan pengereman mendadak

Cara mengemudi memang sangat mempengaruhi efisiensi bahan bakar pada kendaraan. Kebiasaan terlalu banyak melakukan akselerasi dan pengereman mendadak bisa berdampak pada mobil lebih boros bahan bakar. Anda bisa memulai pelan pada 5 detik kecepatan 20 kilometer, injak pedal rem secara halus. Menggunakan engine brake atau pengereman dengan tenaga mesin atau memindahkan gigi secara teratur. 

4. Memastikan tekanan angin ban sempurna

Tekanan angin pada ban mobil yang kurang bisa bisa menyebabkan gesekan roda lebih besar saat melewati jalanan. Akibatnya traksi berkurang dan kinerja mobil kurang mumpuni. Penting sekali membeli mobil bekas yang masih dilengkapi manual book agar Anda bisa menyesuaikan tekanan ban mobil sesuai dengan standar pabrikan. Jika tekanan angin kurang sempurna, maka roda yang tidak stabil bisa membuat konsumsi bahan bakar mobil meningkat lebih boros 5-20 persen. 

5. Mematikan AC jika tidak digunakan

Anda suka berkendara dengan kondisi AC menyala dingin? Bisa dipastikan kalau mobil Anda bakal lebih boros bahan bakar. Pasalnya, kompresor AC bisa memberikan beban lebih besar pada mesin mobil. Anda bisa mengatur suhu AC 22-23 derajat celcius saja. 

6. Mematikan mesin saat mobil berhenti 

Jika kendaraan berhenti dan berada pada posisi diam lebih dari 20 detik, sebaiknya Anda mematikan mesin mobil. Tenang saja, keputusan Anda mematikan mesin kendaraan tidak akan mengurangi kinerja kendaraan. Anda harus tahu bahwa membiarkan mesin tetap menyala dalam kondisi diam selama lebih dari 3 menit bisa menghabiskan bahan bakar setara dengan mengemudi 1 kilometer berkecepatan 50 km/jam.

Jangan lupa untuk menggunakan bahan bakar yang berkualitas akan membuat mobil Anda lebih awet. Bahan bakar yang berkualitas tidak akan meninggalkan bekas atau jejak sisa pembakaran sehingga performa mesin mobil jauh lebih baik. Saat Anda berkendara jarak jauh, mobil yang terbiasa menggunakan bahan bakar berkualitas tidak akan mengalami kendala perjalanan.

Untuk Anda yang masih ingin mendapatkan tips-tips mengemudi yang bisa menjaga performa mobil bekas, simak berbagai ulasan penting di Otospector. Lakukan inspeksi mobil bekas agar Anda bisa mendapatkan kendaraan yang berkualitas dan hemat bahan bakar, ya!

0 komentar:

Posting Komentar