Barang Rongsok Menjadi Teman Sehari-hari Pak Udin

Pak Udin

Saat matahari mulai terbenam, ratusan bahkan ribuan orang berbondong-bondong memenuhi jalan raya untuk kembali pulang ke rumah dari tempat mereka bekerja. Raut ekspresi mereka terlihat sangat lelah namun begitu bersemangat karena sebentar lagi akan bertemu dengan keluarganya tercinta. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Pak Udin. Pak Udin hanya bisa mendengar suara klakson yang saling bersahutan, sedangkan ia hanya tertunduk lemas melihat gerobak rongsokannya.

Siapa Sosok Pak Udin?

Pak Udin, begitu orang-orang memanggilnya. Ia merupakan pria paruh baya yang tinggal di Jalan Bandarmasih Gang PGRI, Banjarmasin Barat. Untuk mengenyangkan isi perut keluarganya, ia bersusah payah mencari barang rongsokan di pinggir jalan maupun di sekitaran komplek DPR. Barang rongsokan tersebut kemudian dijual ke pusat jual beli barang rongsokan. 

Uang yang didapat tentu saja tergantung barang rongsok yang dibawa oleh Pak Udin. Jika rongsok yang dijual banyak dan masih cukup bagus, maka harganya bisa lebih mahal, begitupun sebaliknya. Adapun barang-barang rongsok yang sering dibawa Pak Udin, diantaranya botol-botol plastik, barang-barang yang terbuat dari kaca, kertas, kardus, dan masih banyak lagi.

Berapapun uang yang didapatkan, ia senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan. Baginya, tangan yang Tuhan titipkan padanya sudah cukup untuk memberikan nafkah untuk keluarganya. Ia pun senantiasa berdoa untuk selalu diberikan kesehatan dan kekuatan agar terus memberikan kebaikan bagi keluarga maupun orang-orang di sekitarnya. 

Pak Udin harus menarik gerobak rongsoknya siang dan malam. Ia tetap berusaha untuk tetap tegar dan sabar. Ia yakin bahwa suatu hari nanti kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik. Walaupun terkadang ia ingin mengeluh, namun ia cepat tersadar bahwa mengeluh tidak ada gunanya. Dengan begitu, ia pun pun berusaha untuk menampilkan senyum terbaiknya pada setiap orang bahwa ia benar-benar menikmati hidup yang sedang ia jalani.

Meskipun hidup serba pas-pasan, Pak Udin tidak lupa untuk selalu berbagi dengan orang-orang di sekitarnya. Jika ia memiliki rezeki lebih, ia selalu berbagi makanan dengan teman-teman sesama pemulung rongsok. Ini tentu saja mengingatkan kita untuk senantiasa berbagai kebaikan dalam kondisi tersulit sekalipun.

Kebaikan untuk Pak Udin

Pak Udin selalu percaya bahwa kebaikan sekecil apapun yang ia lakukan akan berdampak besar bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan adanya prinsip tersebut, saya pun yakin bahwa Pak Udin pun akan mendapatkan kebaikan yang setimpal bahkan lebih besar lagi. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan yang berlimpah dari Yang Maha Kuasa.

Untuk bisa memberikan kebaikan untuk Pak Udin, kita bisa memulainya dari diri sendiri. Caranya sangat mudah, cukup menggunakan produk asuransi syariah dari Allianz. Produk yang bisa Anda gunakan salah satunya adalah AlliSya Protection Plus. Layanan asuransi yang satu ini mampu memberikan perlindungan maksimal untuk orang-orang tercinta di sekitar Anda.

Selain itu, Anda juga bisa berbagi kebaikan lainnya dengan Asuransi Syariah Indonesia yang satu ini. Dengan menjadi peserta asuransi, kita bisa berpartisipasi menggunakan fitur wakaf untuk memberikan sebagian dana musibah melalui nazhir dalam bentuk program sosialnya. Dengan demikian, orang-orang seperti Pak Udin bisa merasakan kebaikan saat Anda mulai menggunakan asuransi ini.

#AwaliDenganKebaikan untuk mendapatkan kebaikan. Dengan kebaikan yang dilakukan Pak Udin, saya percaya ia akan mendapatkan kebaikan yang lebih besar, seperti paket umroh gratis dari Allianz yang tentu saja menjadi cita-citanya yang sampai saat ini belum terwujud. Yuk, bantu Pak Udin mewujudkan mimpinya!

0 komentar:

Posting Komentar