Generasi Millennial Susah Menabung? Simak Cara Mengatur Keuangan Sendiri, Yuk!


Pandemi membuat banyak orang sadar mengenai pentingnya melakukan perencanaan keuangan sejak dini. Pasalnya, generasi Millenial mulai menyadari tidak punya tabungan saat dana darurat dibutuhkan. Kebiasaan konsumtif membuat anak muda tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, alih-alih mengalokasikan dana untuk tabungan dan investasi masa depan. Yuk, mulai terapkan cara mengatur keuangan sendiri supaya Anda punya tabungan sejak usia produktif!

5 Cara Mengatur Keuangan Sendiri dari Gaji Bulanan 

Bila Anda memiliki gaji bulanan standar UMR, maka pastikan tetap bisa menyisihkan uang untuk tabungan setiap menerima gaji tersebut. Supaya Anda bisa lebih maksimal dalam mengatur keuangan, maka coba terapkan cara mengatur keuangan sendiri berikut :

1. Membuat catatan keuangan dengan baik

Catatan keuangan mengenai arus kas masuk dan keluar tidak hanya berlaku untuk usaha saja, tetapi keuangan pribadi pun. Anda bisa membuat catatan dana yang Anda habiskan selama satu bulan penuh, lalu mulai lakukan evaluasi. Bila dana pengeluaran lebih besar dari pemasukan, maka Anda bisa gagal mengelola finansial sehingga  hutang akan menumpuk terus menerus. Catatan pemasukan dan pendapatan bisa membantu Anda dalam mengontrol keuangan setiap bulan, ya!

Bila pengeluaran pokok sangat penting dan senilai gaji Anda, maka usahakan mencari penghasilan tambahan agar Anda punya dana darurat dan potensi menabung setiap bulan. Pengelolaan keuangan Anda dari catatan pemasukan dan pengeluaran bisa membantu Anda memiliki jaminan finansial terbaik di masa depan.

2. Membuat prosentase anggaran

Cobalah buat pos-pos pengeluaran dengan prosentase gaji agar Anda bisa memiliki sistem keuangan yang baik. Bila ada pos pengeluaran yang terlalu besar, maka Anda bisa melakukan pemotongan dengan gaya hidup hemat. 

Prosentase anggaran yang baik memiliki pos-pos normal seperti biaya hidup maksimal 50 persen, biaya cicilan dan tagihan 20 persen, tabungan, investasi dan asuransi sebesar 20 persen, sedangkan sisanya bisa Anda gunakan untuk dana darurat atau kebutuhan hiburan.

3. Memiliki anggaran tabungan, investasi dan asuransi

Jangan menunggu ada sisa uang, baru Anda mulai menabung sebab Anda hanya akan memiliki nominal tabungan kecil. Sebaiknya buat anggaran tabungan, investasi dan asuransi sendiri-sendiri supaya alokasi gaji Anda bisa lebih optimal. Prosentase terbaik untuk mulai menabung dan investasi sekitar 10-20 persen dari gaji utama, ya!

4. Membayar tagihan dan cicilan lebih dulu

Tagihan dan cicilan bulanan harus Anda bayar lebih dulu agar tidak memiliki kebiasaan menunda kewajiban. Anda harus mengutamakan bayar cicilan rumah, bayar tagihan air, tagihan listrik, kebutuhan kuota, dan lain-lain. Bila punya hutang untuk dana darurat sebelumnya, maka pastikan besaran hutang Anda tidak lebih dari 20-30 persen total gaji, ya!

5. Manfaatkan promo saat belanja kebutuhan bulanan 

Manfaatkan promo menarik yang acap diberikan merchant atau marketplace kekinian saat Anda perlu belanja kebutuhan sehari-hari. Hemat merupakan kunci agar Anda tidak kalap belanja atau alokasikan besaran dana untuk kebutuhan bulanan tersebut. Tergoda dengan promo yang ditawarkan saat flash sale barang yang tidak Anda butuhkan bisa membuat tagihan membengkak dua kali lipat.

Cara mengatur keuangan sendiri di atas bisa menjadi pertimbangan terbaik untuk Anda yang ingin memiliki tabungan sejak muda. Hindari hutang konsumtif yang membuat Anda kesulitan membayar cicilan setiap bulan. Tidak masalah memiliki hutang, tapi pastikan Anda menggunakan dana pinjaman untuk kebutuhan produktif, misalnya modal usaha. Bisa menambah pundi penghasilan dari pendapatan pasif, maka peluang Anda memiliki tabungan bisa lebih besar, bukan?

0 comments:

Posting Komentar